latest Post

Kisah Bambang yang Sukses Menjadi Petani Organik

Kisah Bambang yang Sukses Menjadi Petani Organik

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda. Setiap keputusan yang Anda ambil di dalam hidup akan menentukan hari ke depannya. Inilah yang dialami oleh Bambang, setelah mengundurkan diri dari mandor batu bara ia menjadi seorang petani organik.

Tawaran yang Diterima Bambang

Cerita tentang ia menjadi seorang petani organik dimulai setelah berhenti bekerja langsung mendapatkan tawaran pemerintah setempat. Bambang mendapatkan bantuan membuka lahan semak belukar. Keputusannya untuk keluar sebagai mandor batu bara sudah dipikirkan dengan matang untuk mendapatkan hidup yang lebih lega.

Bambang berhenti menjadi mandor pada tahun 2011. Anda mungkin jika sudah menjadi mandor batu bara akan sulit untuk melepaskannya. Ia sudah bekerja di sana sejak 2006. Lantas setiap orang memiliki tujuan dan kepuasan hidup yang tidaklah sama.

Ada banyak proses yang akan mempengaruhi setiap keputusan Anda dalam hidup. Keputusan yang diambil Bambang tidaklah sia-sia. Keyakinan membuat ia sukses dengan pilihannya untuk menjadi seorang petani organik.

Anda bisa belajar cara Bambang meyakini keputusan yang diambil dengan menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan. Kini Bambang menjadi ketua kelompok tani karya membangun desa kasiau raya di kampungnya. Nama kampung Bambang adalah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Pertarungan dan Kerja Keras Bambang dalam Berusaha

Lahan yang didapatkan oleh Bambang awalnya dibuat kebun karet bersama dengan teman-temannya. Mereka bekerja dengan semangat sekali. Lantas suatu hari harga karet yang tadinya Rp20.000,00 per kilogram turun menjadi Rp6.000,00 per kilogram. Kondisi ini membuat Bambang berpikir untuk mengalihkan lahan ke tanaman lainnya.

Ia tidak menyerah dan mengalami stres. Bambang terus berpikir untuk bisa menemukan jalan keluar. Setelah berpikir dan mendapatkan kesepakatan bersama teman-teman akhirnya Bambang memutuskan untuk menanam padi. Hanya dengan modal pengetahuan seadanya Bambang membeli bibit padi.

Usaha yang dilakukannya ini tidak langsung berhasil. Di awal Bambang hanya mendapatkan hasil panen 1,5 Ton  untuk sekali panen. Hasil yang untuk setahun saja tidak cukup untuk diri sendiri. Namun ia tetap bekerja keras sampai akhirnya di tahun 2013 ada perusahaan migas nasional yang melirik lahan mereka.

Akhirnya Bambang pun mendapatkan bimbingan dari Balai Penyuluhan Pertanian Murung Pudak. Kerja keras dan pantang menyerahnya membuahkan hasil. Bimbingan yang didapatkan berupa program Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (SLGAP). Dari sinilah Bambang mendapatkan ilmu pertanian yaitu pola pertanian organik.

Bambang dengan gigihnya menerapkan ilmu itu mulai dari membebaskan tanamannya dari pupuk kimia dan residu. Bambang juga bekerja keras bersama teman-temannya menjaga lingkungan sekitar lahan pertaniannya agar tidak ada zat yang akan merusak lahan.

Pemberian Asuransi Wakaf untuk Bambang

Kerja keras Bambang dalam berusaha dan inisiatifnya mengajak teman-teman patut diberikan apresiasi. Anda bisa menjadikan asuransi wakaf sebagai bentuk hadiah kepadanya. Anda bisa membicarakannya dengan pihak asuransi atau pun mendaftarkan namanya.

Siapa tahu terpilih dalam program asuransi tersebut. Bambang pasti akan senang mendapatkannya dan tentu itu sangat berharga baginya dia dan keluarga. Ketika Anda bisa membuatnya merasa bahagia tentu amal menjadi semakin berkah. Bagaimana pun juga Bambang hanyalah seorang yang hidup dengan seadanya dari hasil pertanian.

Anda bisa segera mendaftarkan diri di asuransi allianz.co.id untuk bisa ikut program asuransi wakaf. Info seputar asuransi bisa dilihat langsung di website-nya. Semua terlihat jelas dari persyaratan sampai kriteria wakaf yang bisa diberikan. Tidak perlu ragu karena program ini memang dirancang untuk memudahkan Anda melakukan amal.

About Nafarin

Nafarin
Recommended Posts × +

0 komentar:

Posting Komentar